Buat Blog Lalu Mulailah Membaca

7/04/2017
Buat blog lalu mulailah membaca. Membaca, haruskah? Tidak, tidak harus tetapi seharusnya; bukan keharusan tetapi kesadaran; jangan dipaksakan tetapi dibiasakan karena blog bukan hanya untuk dibuat dan jangan dibiarkan kosong. Mengisinya juga jangan hanya sekedar, ala kadarnya saja. Nampak berisi memang tidak begitu buruk, namun blog yang benar - benar berisi akan jauh lebih baik.

Buat Blog.png
Mengisi blog hanya sekedar?

Sebaiknya jangan, tetapi justru harus sebaliknya. Buat blog supaya benar - benar berisi bukan pura - pura berisi sebab isinya adalah yang paling berpengaruh terhadap keberadaan sebuah blog ketimbang upaya pengoptimalan hal lainnya dalam mesin pencari.
Konten yang dibuat semenarik dan seberguna mungkin, lebih berpengaruh dari pada faktor lainnya (Google Team, 2010 : 14).
Punya blog itu baik dan nilai tambahnya juga banyak. Akan lebih baik lagi kalau pemiliknya punya kebiasaan membaca yang lebih. Yang dibaca bisa apa saja semasih bacaan tersebut mengarahkan pembacanya pada hal - hal positif, jauh dari isu - isu sensitif bersifat negatif. Nenek bilang, "itu bahaya, ba - ha - ya". Selain itu, membaca pikiran juga jangan, itu kurang kerjaan. Sekali lagi, punya blog itu baik dan sangatlah banyak manfaat dan nilai plusnya.

Silakan baca: Kenapa Blog? Inilah Alasan Kenapa Seharusnya Mulai Ngeblog

Buat blog dan membaca, apa kaitannya?

Tentu ada korelasinya dan pastinya ada, bukan mengada - ngada atau sengaja diada - adakan. Setelah buat blog dan berhasil, maka akan berlanjut ke tahap berikutnya yaitu penyetingan. Setelahnya, sesudah penyetelan rampung what's next? Benar sekali, mengisinya. Kalau isinya seputar tips supaya begini dan begitu, tutorials cara membuat ini dan itu tentu akan memerlukan konsep yang baik agar nantinya isi blog bisa dipahami pembaca dengan baik pula.

Setelah konsep didapatkan, akan berlanjut ke konseptualisasi, kemudian pikiran segera membuat naskah lisan terkait ide sesuai konsep. Di sini, kata demi kata mulai dipikirkan, dipilah dan dipilih (diksi) untuk dirangkai menjadi frase, klausa atau kalimat, dan kemudian ditulis. Setelah kalimat - kalimat terangkai akan membentuk paragraf pertama, selanjutnya paragraf kedua, ketiga, dan sampai akhirnya berbentuk teks bacaan atau artikel berupa susunan paragraf - paragraf.

Dalam susunan kalimat atau klausa yang membentuk paragraf tersembunyi sesuatu, seni yang hanya bisa dirasakan setelah membaca suatu bacaan yang disebut seni tulis. Seni yang lahir dari buah pikiran seseorang yang bervariasi. Variasinya bergantung pada kebiasaan dan seberapa sering seseorang membaca. Ini selaras dengan hasil penelitian Simaremare (2011 : 11) tentang Korelasi Kebiasaan membaca Dengan Kemampuan Menulis Artikel Mahasiswa Universitas Negeri Medan yang menyatakan bahwa:
Kemampuan menulis artikel mahasiswa sangat dipengaruhi kebiasaan membaca mereka.
Hal ini dikarenakan setiap kali membaca, kesan terbaik suatu bacaan termasuk pesan, makna, rangkaian, dan kosakata tersalin ke dalam pikiran berupa daya ingat. Lalu, saat mulai menulis pikiran akan mulai meniru, mencoba untuk membuat kesan yang sama atau lebih baik melalui rangkaian kata, frase, klausa atau kalimat baru yang diadaptasi dari bacaan yang pernah dibaca.

Tentu membaca yang dimaksud tidak semata - mata hanya atau sekedar membaca saja, tetapi isi dan inti suatu bacaan juga harus bisa dipahami. Jika sudah seperti itu, barulah kemudian isi dan inti suatu bacaan dapat masuk ke dalam pikiran dan tersimpan dalam ingatan. Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah klausa 'pikiran akan mulai meniru', maksudnya adalah proses mengembangkan diri, tetapi tidak sepenuhnya menjadi seperti apa yang ditiru atau dikagumi. Jika tidak, itu sama dengan membohongi diri, tidak mengakui keberadaan atau kemampuan diri sendiri.

Kenapa membaca?

Mirip halnya ketika seseorang ditanya, "kenapa makan dan minum?" Makanan dan minuman adalah untuk pemenuhan kebutuhan, memenuhi asupan gizi dan nutrisi tubuh. Hanya saja, makanan dan minuman lebih condong ke masalah perut sedangkan membaca adalah makanan untuk otak supaya tidak kekosongan ilmu, untuk memperluas wawasan juga pengetahuan biar jadi orang pintar nan bijak.
Dengan membaca kita bisa melihat dunia (shihab dalam Menebar Virus Baca, 2017).
Orang pintar belum tentu karena minum jamu 'tolak - tolakan', yang pastinya karena banyak membaca. Terus ada lagi, 'orang pintar ngapain?' Saya rasa itu pertanyaan yang sedikit keliru. Kenapa keliru?

Bertanyalah pada diri sendiri, "kita bisa apa?" Adakah yang bisa kita perbuat, sesuatu atau hal berguna atau bermanfaat untuk orang lain? Sebab semua kemajuan yang dapat memenuhi kebutuhan dan dirasakan manfaatnya termasuk kebebasan dari rasa terjajah hingga sekarang ini adalah hasil kerja keras dan penemuan orang - orang pintar atas kehendak Tuhan. KKN, teror, dan lain sebagainya tidak termasuk.
Orang - orang yang merusak rumahnya sendiri berarti ada yang tidak beres di kepalanya (Bisri dalam Cerita Dua Sahabat, 2017), orang - orang sakit, sakit jiwa (Shihab dalam Cerita Dua Sahabat, 2017).
Kalau kedua figur seperti Gus Mus dan Quraish Shihab mengibaratkan tanah air sebagai rumah dan ibunya yang harus dijaga dan dirawat dengan baik maka rumah bagi seorang blogger adalah situs web miliknya.

Jadi bisa dikatakan kalau blogger yang mengisi rumahnya dengan artikel curian atau merusak rumah blogger lainnya dengan spamming comments of any kind berarti ada sesuatu yang tidak beres dalam kepalanya, bisa dibilang blogger sakit, tidak waras. Kalau yang buat blog atau pemiliknya saja dasarnya sudah sakit , ya wajar kalau blognya ikut sakit.

Manfaat membaca setelah buat blog

Baca juga: Panduan Lengkap Cara Membuat Blog di Blogspot Blogger

Pada umumnya, kebiasaan membaca akan memberi manfaat untuk siapa saja khususnya bagi mereka yang betul - betul suka atau gemar membaca, itu sudah pasti. Sehubungan dengan hal itu, manfaat membaca kali ini difokuskan untuk para blogger. Namun demikian, ada kemungkinan manfaat membaca berikut ini juga dirasakan oleh pembaca lainnya selain blogger.

1. Memperkaya perbendaharaan atau kosakata

Memang tidak bisa disangkal kalau sering - sering membaca akan memperkaya tumpukan atau kosakata dalam ingatan. Jika kosakata sudah sangat banyak, maka menulis artikel dengan tajuk serupa atau mirip - mirip bukanlah hal yang sulit.
Perbendaharaan atau kosakata dapat ditingkatkan dengan rutin membaca (Tantri dalam Pustaka, 2016 : 27).
2. Memperkaya sumber referensi atau bibliografi

Referensi atau bibliografi juga dapat diperkaya karena keseringan membaca yang nantinya akan digunakan untuk mendasari suatu gagasan atau tuangan ide dalam artikel. Jadi, kalau mau buat blog yang isinya karya - karya ilmiah atau sejenisnya maka yang satu ini musti dikuasai.

  • Referensi dan bibliografi apakah sama?

Pada dasarnya kedua - duanya sama. Sama - sama buku atau bahan bacaan yang boleh dipakai sebagai sumber - sumber pendukung dalam tulisan artikel yang biasa terlampir dalam daftar pustaka. Hanya saja bedanya, yang satunya mencantumkan buku - buku yang dibaca dan dikutip saja, sementara lainnya semua buku atau bacaan yang pernah dibaca entah yang dikutip ataupun tidak tetap dicantumkan selagi masih bertalian dengan judul dan pembahasan dalam artikel.

Semua sumber kutipan yang dimasukkan dalam referensi paling tidak atau sekurang - kurangnya atau minimal sepuluh. Jika yang dikutip tidak cukup sejumlah itu atau banyak kutipan tetapi bersumber pada satu buku saja maka dicukupkan dengan buku - buku yang pernah dibaca dengan mencantumkannya ke dalam bibliografi.

3. Memperluas wawasan dan pengetahuan

Dengan membaca seseorang akan membuka jendela dunia, tempatnya segala pengetahuan sembunyi dan menutup diri. Ia juga enggan memaksa atau menyuruh seseorang menemukan atau mengenalnya.

Bagi mereka yang menjadikan berbagai bacaan sebagai sahabat dekatnya, perlahan - lahan akan membuat sudut pandang mereka terhadap sesuatu, apapun itu, berbeda dengan mereka yang menganggap membaca sebagai momok yang membosankan, dan sangat jauh berbeda bila dibandingkan dengan mereka yang cinta gosip atau tayangan - tayangan yang sebetulnya tidak mendidik. Jadi, sudut pandang yang luas dan kolot akan sangat jelas bedanya.

Di sisi lain, ada orang - orang yang tidak bisa lepas dari buku atau kebiasaan membaca, di mana atau ke mana saja selalu membawa bahan bacaan atau menyempatkan diri untuk membaca. Di toilet sambil membaca koran, berjalan sambil baca buku, duduk - duduk sambil baca kamus, di perpustakaan baca referensi, di ruang seminar baca proposal, di depan umat baca buku agama, dan terakhir ke dukun, "ngapain?", baca garis tangan:)

Untuk orang - orang yang gila membaca, jangan minder atau malu dijuluki Si kutu buku yang identik dengan kacamata super tebal atau kacamata 'pantat botol' sebab negeri ini juga didirikan oleh orang - orang yang gila baca.
Aku rela dipenjara asalkan bersama buku sebab dengan membaca aku bebas (Moh. Hatta).
4.  Membantu menemukan dan mengembangkan ide
Selama menulis, saya tertantang bagaimana sebuah ide dapat direalisasikan dan dikembangkan menjadi sebuah novel. Membaca novel - novel yang tersedia di pasaran membuat saya melihat gagasan pemikiran penulisan seseorang hingga novelnya bisa diselesaikan (Hawa dan Senda, 2011 : 60).
Kesimpulannya, membaca hasil karya tulis orang lain akan membantu seseorang menemukan dan mengembangkan ide dalam menulis karyanya sendiri.

5. Membantu dalam memahami bacaan

Semakin bertambah kosakata yang didapatkan setiap kali membaca akan mempermudah seseorang dalam memahami isi suatu bacaan. Menurut Kamidjan dalam Rahayu (2015 : 17), salah satu aspek yang diperlukan dalam membaca pemahaman adalah kosa kata yang banyak harus dimiliki.

Jadi, sebelum bisa menemukan dan mengembangkan ide sendiri menjadi sebuah artikel, seseorang terlebih dahulu harus bisa memahami isi bacaan milik atau hasil tulisan orang lain, memahami bagaimana orang lain menemukan dan mengembangkan ide - idenya secara tertulis.

6. Meningkatkan kemampuan dan produktivitas menulis

Produktivitas menulis seseorang tetap subur tanpa ada bacaan yang pernah dibaca sama sekali sangatlah mustahil. Kemungkinan yang paling logis adalah Ia telah berbohong (Harefa dalam Hawa dan Senda, 2011 : 15).  Selain itu, kemampuan menulis seseorang juga sangat dipengaruhi oleh kebiasaan baca mereka (Simaremare, 2011 : 11).

Ingin menulis artikel berkualitas tapi tidak suka membaca, ini sama halnya dengan ingin jadi pintar tapi tidak suka belajar, ingin sukses tapi malas.

7. Meningkatkan kualitas konten dan situs web atau blog

Dengan membaca, secara berangsur - angsur akan meningkatkan kualitas tulisan yang dalam hal ini adalah artikel dalam situs web dan kualitas tulisan harus tetap terjaga konsistensinya sebab satu saja ada konten yang tidak berkualitas di dalamnya akan memengaruhi rangking suatu situs web secara menyeluruh. Singhal dalam Forum Webmaster mengatakan bahwa:
Kualitas konten yang rendah pada beberapa bagian dalam sebuah situs akan berdampak pada keseluruhan rangking suatu situs web.
8. Mempermudah konten bersaing di mesin telusur

Kalau sudah rajin membaca, ketika menulis artikel tentu kualitasnya akan baik dan semakin baik kedepannya. Dan kalau sudah begitu, maka tidak perlu kuatir artikel kalah bersaing dengan artikel punya blogger lainnya di mesin telusur.

9. Dst, silakan tambahkan sendiri:)

Kesimpulan

Setelah berhasil buat blog, isilah kontennya dengan artikel - artikel berkualitas dengan memanfaatkan kebiasaan membaca yang Anda miliki. Dengan demikian, kualitas situs web atau blog akan berangsur - angsur mulai terbangun dan bisa dirasakan manfaat keberadaannya kelak.


Ramah, suka menjalin persahabatan dengan siapa saja, rajin, ulet dan cerdas memperhitungkan segala sesuatunya sesuai kondisi.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

13 komentar

Write komentar
Mang Lembu
AUTHOR
4 Juli 2017 16.12 delete

bagi seorang blogger, membaca adalah hal yang utama, sebab menulispun dasarnya membaca juga, maka buatlah blog segera...hehe

Reply
avatar
4 Juli 2017 16.30 delete

Buat blog, membaca, menulis artikel, dan publikasi. Ini semua memang kronologi aktivitas yang saling bertalian. Iya Mang memang benar kalau membaca adalah hal yang harus dibiasakan dan diutamakan oleh seorang blogger supaya kontennya nanti bisa berkualitas:)

Reply
avatar
Maman Achman
AUTHOR
5 Juli 2017 19.24 delete

Membaca katanya merupakan jendela menuju ilmu pengetahuan, orang yang rajin membaca bakalan banyak menemukan ilmu baru. Terlebih seorang blogger selain rajin membaca juga senang membagikannya....

Salam kenal ya mbak...
Ijin share artikelnya.

Reply
avatar
5 Juli 2017 19.43 delete

Benar Kang Maman, membaca sebenarnya inti dari konten berkualitas. Sayangnya belum banyak blogger yang menyadarinya, masih banyak yang hanya sekedar buat blog dan sekedar mengisinya.

Salam kenal kembali..
Silakan, thanks ya..

Reply
avatar
Djody
AUTHOR
6 Juli 2017 05.42 delete

Banyak membaca akan menambah ilmu, dan keuntungannya pasti buat sendiri.

Salam kenal ya Mbak

Reply
avatar
6 Juli 2017 09.11 delete

Keuntungannya tergantung, kalau untuk diri sendiri sudah pasti dan kalau dishare ke blog jelas akan menguntungkan khususnya buat blog pemiliknya dan juga orang lain yang membaca hasil petualangan kita lewat bacaan.

Salam kenal juga Djody..)

Reply
avatar
Maman Achman
AUTHOR
6 Juli 2017 15.03 delete

Mari kita budayakan nge-share bog sahabat, biar tambah akrab...

Reply
avatar
7 Juli 2017 19.47 delete

Orang yang mahir menulis pastinya diawali dari rajin membaca.
Tapi rata-rata orang ngeblog hanya didasari hanya ingin mencari dolar google adesnse, setelah tidak terima putus asa dalam berngeblog ria.
Atau orang ngeblog hanya sibuk otak-atik template sampai lupa menulis.
Sering membaca akan membantu dalam pendaharaan kosa kata.
Mari menulis dan jangan takut salah. Delapan poin itu saya sangat setuju.

Reply
avatar
8 Juli 2017 09.23 delete

Sepertinya memang benar kalau banyak yang ngeblog karena pola pikir yang keliru, ngeblog karena uang. Kalau saya ngeblog - ngblog saja, kalau pun bisa dapat uang ya syukur. Yang paling penting saat saya ngeblog, saya merasa senang:)

Reply
avatar
Dwi Sugiarto
AUTHOR
8 Juli 2017 10.54 delete

BLOGGER tanpa membaca ibarat orang yang kurang vitamin jadinya gaya tulisannya itu itu saja jadi jangan salahkan pembaca kalau enggan balik lagi

Reply
avatar
8 Juli 2017 11.01 delete

Gaya menulis sebenarnya hanya variasi namun yang paling penting adalah isi, kualitas, manfaat, dan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca. Walaupun demikian, apapun yang ingin disampaikan kepada pembaca kalau bisa gaya bahasa dan penulisannya juga seharusnya kreatif:)

Reply
avatar
14 Juli 2017 19.32 delete

Awali dulu dengan rasa senang terus menjadi kebiasaan atau hoby, percaya deh ,nanti rezeki akan tiba.

Reply
avatar
14 Agustus 2017 16.37 delete

sebelum menulis, cobalah untuk membaca. sebelum berlari cobalah untuk berjalan. Mungkin kedua hal ini bisa mewakili. Nah untuk blogger sendiri membaca postingan blog lain tiak ada salahnya soalnya kita membaca bukan untuk mencuri tapi membaca karena kita butuh asupan informasi yang bermanfaat. semoga hal positif ini bisa terus berlanjut bagi penggiat blog

Reply
avatar