Maling! Oknum Blogger Pencuri Content Blog

5/28/2017
Maling! Oknum blogger pencuri content blog disebut maling. Mereka adalah tipe yang tidak bertanggung jawab ataupun mengerti artinya kata tanggung jawab. Mereka juga adalah tipe orang - orang yang berbuat seenaknya, sesuka hati main comot artikel blog orang lain tanpa mau tahu dampak yang ditimbulkan akibat tindakannya terhadap blog yang contentnya dicuri, kemudian menyalinnya untuk dijadikan artikel blognya. Salin dan tempelkan, itulah cara kerja mereka. Sangat cepat dan mudah. Mereka bahkan menyalin 'bayangan' artikel blog targetnya (Maaf!).

Artikel yang Dicuri Oknum Blogger Pencuri Content Blog.png

Semakin tinggi pohon, semakin kencang pula angin menerpanya. Begitu pula halnya sebuah blog, semakin tinggi popularitasnya maka semakin banyak pula masalah yang menghampirinya, dan itu memang sudah seharusnya dan wajar terjadi. Blog dengan popularitas tinggi, pastinya atau besar kemungkinannya dimiliki oleh orang - orang yang berani mengambil resiko, keluar dari zona nyamannya sehingga potensi masalah yang dihadapinya besar namun peluang suksesnya pun besar.

Masalah yang biasanya menimpa blog berpopularitas tinggi dan dianggap biasa oleh pemiliknya karena memang sudah terbiasa mengalaminya, salah satunya yaitu pencurian content. Mau bagaimana lagi, memang rada - rada susah menangani biang masalah yang satu ini, susah sebab sudah membudaya, mendarah-daging, dan beranak pinak. Kalau di-didik malahan bisa - bisa nyerang balik. Ya, begitulah. Begitulah kalau Sumber Daya Blogger (SDB) seseorang yang masih rendah. Sangat - sangat rendah.

Sadar akan kualitas diri sebagai blogger masih rendah tapi tidak mau atau enggan belajar mendidik diri sendiri. Parahnya lagi, sudah jelas - jelas salah malah menganggap dirinya benar. Yang benar disalahkan bagaimana pun caranya, dan yang salah dibenar - benarkan dengan segala cara pembenaran. Kapan bisa maju kalau begitu?

Sebagai blogger,  materi boleh miskin (miskin harta) tapi otak tidak boleh miskin. Otak yang encer adalah modal berharga jika ingin maju dan menjadi blogger sukses. Masalahnya adalah, ingin sukses tapi miskin keduanya. Miskin materi dan otak juga ikut - ikutan miskin. Ditambah lagi tidak ada semangat juang, maka lengkaplah sudah. Ini bisa disebut kemiskinan akut. Saking akutnya, terjadilah pencurian content. Dan lagi, kalau sudah mencapai tahap akhir, "Harap berhati - hati", apapun bisa dicurinya. Jangankan content, pandangpun bisa saja dicurinya, "Curi - curi pandang".:)

Oknum blogger yang otaknya miskin kreativitas, ingin sukses secara instant, tanpa bersusah payah memikirkan atau menulis content untuk mengisi blog miliknya, maka tidak ada jalan atau pilihan lain baginya selain melakukan pencurian content. Yang sangat disayangkan adalah tanpa memberi penambahan atau perubahan berarti sama sekali, apalagi memparafrase. Oleh karena itu, pencuri yang demikian layak disebut "The real maling". Tentu saja, "The maling content".

The maling content ini, kalau cuma dibiarkan begitu saja, takutnya akan semakin merajarela, kian berani unjuk gigi (menunjukkan taringnya), dan akan memancing bermunculannya maling - maling yang lain. Andai kata demikian kejadiannya, akan menyerang mental, meresahkan hati, dan menurunkan semangat kerja keras blogger lainnya.

Sementara blogger yang bekerja dengan jujur mengais rezeki, mencari nafkah, merasa resah hati dan turun semangat menulisnya, si maling justru merasa semakin optimis bahwa mencuri content adalah profesi terbaik yang bisa dilakukannya.

Blog berpopularitas tinggi mungkin menganggap masalah seperti ini sebagai hal yang biasa. Namun tidak demikian halnya dengan Admin. Blog yang saya rintis dari 'nol' yang hingga kini masih 'nol' sebab perbedaan progress-nya masih sangat tipis yaitu dari 'nol kecil' ke 'nol besar' menjadi salah satu korban pencurian content. Ini tidak biasa. Mencuri content dari blog yang sama sekali belum punya pamor. Mau dapat apa coba? Selain dihadiahi artikel ini. Ini pun kalau ada yang baca.

Ceritanya berawal dari setahun yang lalu, pada tanggal 14 Juni 2016 PROGOOGLE SITE  yang adalah blog saya, mempublikasikan artikel berjudul, " Template Simpel atau Majalah: Kalian Pilih yang Mana?". Tentu saja content tidak termasuk dalam kategori pilihan judul artikel tersebut.

Berselang dua bulan lewat delapan hari setelah itu, yaitu pada tanggal 25 Agustus 2016, sebuah blog dengan judul dan cuplikan deskripsi artikel yang sama tertangkap mata dalam indeks Google melalui frasa kunci, "Template simpel atau majalah". Berikut penampakan screen-shotnya:

Penampakan Judul Artikel yang Dicuri Oknum Blogger Dalam Indeks Google.png
Setiap harinya, setelah penat dan lelah menghadapi tantangan rutinitas di dunia nyata, saya selalu berusaha menyempatkan diri mengecek status indeks artikel blog saya di WebMasterTool dan dalam mesin telusur Google. Pada tanggal 28 Mei 2017, artikel yang dicuri oleh oknum blogger tersebut masih ter-indeks, penampakannya pun masih sama seperti yang dulu (masih sama seperti screen-shot terlampir, dan peringkatnya juga tetap berada pada posisi ke-dua melalui frase kunci yang telah saya sebutkan sebelumnya.

Suatu ketika, blog tersebut saya kunjungi. Penasaran apakah isi artikelnya juga sama ataukah tidak. Jika seandainya diparafrase, tentu tidak akan menjadi masalah. Ketika membaca artikelnya, ternyata dan ternyata dijiplak habis - habisan. Dari awal pengantar hingga kesimpulannya. Berikut buktinya saya lampirkan juga:

Artikel yang Dicuri Oknum Blogger.png

Artikel yang Dicuri Maling, Oknum Blogger Pencuri Content Blog.png

Artikel yang Dicuri Maling, Oknum Blogger Pencuri Content Blog.png

Artikel yang Dicuri Maling, Oknum Blogger Pencuri Content Blog.png

Artikel yang Dicuri Maling, Oknum Blogger Pencuri Content Blog.png
Pada bagian pembukaannya, jarak antara judul artikel dan paragraf pengantar pertama sangat mempet atau tanpa spasi. Itu menandakan si pencuri content tidak melakukan editting melainkan sekali salin, ditempelkan, dan langsung dipublikasikan. Kemudian, pada bagian isi dan penutup (kesimpulan) dapat dilihat bahwa tidak ada perubahan atau penambahan. Sempurna, sama persis, sebelum gambar deskripsi artikel tersebut saya ganti menjadi sekarang ini.


Bukti - bukti ini sengaja saya simpan untuk mengantisipasi jika suatu ketika oknum blogger yang mencuri content blog ini menghapus tanggal publikasi artikelnya dan mengklaim bahwa dirinyalah yang terlebih dahulu melakukan publikasi.

Selain itu, untuk sementara ini blog milik si pencuri content masih menggunakan domain versi gratis punya blogspot. Saya ingin melihat, nantinya ketika blogger tersebut menggunakan domain versi berbayar apakah kemudian Google berpaling menuding blog sayalah yang mencuri content, menurunkan peringkat artikel blog saya atau tidak.

Kesimpulan: Oknum blogger pencuri content blog disebut maling, the maling content. Mereka menggunakan segala cara untuk meraih sukses secara instant. Mereka juga adalah tipe yang miskin kreativitas sehingga berusaha mencuri kreativitas orang lain untuk dijadikan sebagai miliknya.

Ramah, suka menjalin persahabatan dengan siapa saja, rajin, ulet dan cerdas memperhitungkan segala sesuatunya sesuai kondisi.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

7 komentar

Write komentar
Dwi Sugiarto
AUTHOR
May 29, 2017 at 12:05 PM delete

Laporin saja ke DMCA mba kalau sama plek gitu,saya juga pernah bahkan ratusan artikel saya dicopas plek.Setelah saya laporkan barulah blogger tersebut mengerti kesalahannya kalau tidak begitu nggak akan ngerti

Reply
avatar
May 29, 2017 at 2:40 PM delete

Iya Kang Dwi, malingnya sudah saya laporin ke Google, tinggal nunggu hasilnya saja. Mudah - mudahan berhasil. 'The maling content' yang satu ini benar - benar kelewatan miskinnya. Miskin kreativitas.

Reply
avatar
July 3, 2017 at 9:03 PM delete

Kalau saya mah sudah kebal, bahkan saya relakan jika ada yang suka dengan artikel atau gambar saya. Bahkan gara-gara itu konten di jiplak, saya harus rela kehilangan iklan atau google adsense. Awal mula mengalami hal semacam itu sempat ada rasa kecewa dan sempat putus semangat untuk menulis, dan blog sempat terlantar juga. Ya akhirnya saya ihklas saja.

Reply
avatar
Mang Lembu
AUTHOR
July 4, 2017 at 4:51 PM delete

setelah melakukan hal yang dibilang oleh dua orang mastah diatas, mendingan bersyukur juga berarti tulisan kita emang bagus, berguna dan manfaat buat orang banyak, begitu pikiran yang copas teh....mereun

Reply
avatar
July 4, 2017 at 5:15 PM delete

Bersyukur sih bersyukur Mang - mang..tapi saya teh kesel kalau dijiplak sampe sama titik - koma dan bayangannya. Saya sendiri nyari referensi selalu berusaha menghindari yang namanya plagiator caranya? salah satunya ya parafrase misalkan. Kalau gambar bisa editting sendiri. Dasar memang oknum blogger yang itu sakit, mental - mental maling itu Mang.

Reply
avatar
July 4, 2017 at 5:29 PM delete

Sayangnya blogger maling kayak gitu bikin saya geram Kang. Gimana tidak coba, sama - sama punya otak eh dianya malah milih ga pake otaknya buat mikir. Mau dipake buat apa coba?

Reply
avatar
July 8, 2017 at 12:33 AM delete

Kalau yang copas artikel saya terbitnya dibuat lebih awal. Sehingga orang akan mengira saya yang copy paste. Tapi tak apalah, efek blogger terkenal 😁

Reply
avatar