Kreasi Tulis: Paraphrase Kiat Menulis Bebas Plagiarisms

6/07/2016
Kreasi Tulis: Paraphrase Kiat Menulis Bebas Plagiarisme.png
Reduplikasi tulisan blog secara ekspres lalu menautkan link atau sumber artikel tertentu belumlah cukup membuat sebuah tulisan terbebas dari kesan plagiarisms. Tetap saja namanya penjiplakan atau penggandaan, pelakunya disebut plagiarist.

Alih bahasa tulisan asing dengan sedikit perubahan pada awal atau akhir kata maupun klausa, penambahan dan substitusi beberapa kata dengan padanan yang bermakna sama juga disebut plagiarisms. Hanya saja, duplikasi dengan cara ini terkesan agak berbeda dibanding totally plagiarisms.

Oshima & Hogue dalam bukunya 'Writing Academic' menyatakan:
Kalaupun sudah banyak kata telah dirubah penulis, jika struktur atau pola kalimatnya tidak dibuat berbeda, itu masih plagiarisms

Kreasi tulis semacam ini tidak akan memberi citra, kesan dan efek yang baik terutama bagi plagiarist itu sendiri.

Sedangkan objek dari plagiarisms juga tidak luput dari detektor web dan mesin jelajah Google juga imbasnya dengan adanya kesamaan tulisan dari segi struktur atau pola kalimat atau bahkan hingga titik dan komanya.

Penulis yang baik atau good writer pasti berpikir seribu kali melakukannya, atau paling tidak, selain menautkan sumber link, paraphrase menjadi pilihan utamanya.

Apa itu paraphrase? Merupakan kiat menulis dimana ide atau gagasan, tulisan atau naskah ditulis secara berulang dengan merubah jenis kata atau pola kalimat dalam paragraph secara sangat berbeda tapi inti sarinya tetap sama.

Menurut definisi Wikipedia:
paraphrase merupakan kaidah bahasa yang memungkinkan penulis mengekspresikan kembali suatu konsep dengan cara berlainan dari versi aslinya tanpa mempengaruhi makna yang tertuang di dalamnya.

Kiat ini mengarahkan seseorang untuk lebih fokus pada inti sari sebuah bacaan, lalu merubah jenis atau mengganti kelas kata serta struktur atau pola kalimatnya. Kalau perlu cari dan temukan juga padanan katanya.

Tentu akan merangsang otak selalu bekerja, melatih daya pikir dan membuat kita lebih kreatif dalam berkreasi ketimbang menduplikasi suatu tulisan secara utuh.

Merubah jenis atau mengganti kelas kata dapat dilakukan dengan mensubstitusi kata benda menjadi kata kerja contohnya pekerjaan jadi bekerja, kata benda menjadi kata sifat misalnya kejeniusan jadi jenius dan seterusnya.

Merubah struktur atau pola kalimat dapat dilakukan dengan mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif, kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung, pertanyaan menjadi sebuah pernyataan dan lain sebagainya.

Mencari persamaan atau padanan kata juga hal yang perlu dilakukan sehingga nantinya hasil paraphrase dan tulisan aslinya begitu berbeda namun ide atau gagasan yang ingin disampaikan pada pembaca mengarah pada hal yang sama. Selain itu, parafrase yang berterima lebih pendek atau lebih ringkas dibanding bacaan versi orisinilnya.

Coba diperhatikan bacaan asli berikut ini:

Bahasa adalah media penghubung utama setiap orang. Namun, dari sekian banyaknya bahasa yang sudah dikembangkan justru sering membuat orang-orang semakin sulit memahami satu sama lain. Sudah sejak lama, orang-orang memiliki impian akan adanya bahasa internasional, bahasa yang universal dimana semua orang dapat memahami dan menggunakannya.

Berikut versi parafrasenya yang berterima:

Manusia berkomunikasi dengan bahasa, tapi terkadang tidak mempermudah komunikasi itu sendiri dengan beragamnya bahasa. Existensi bahasa yang mendunia, mudah dimengerti dan diterapkan adalah harapan mereka sedari dulu.

Versi parafrasenya yang kurang berterima:

Bahasa merupakan alat komunikasi utama yang menghubungkan setiap individu. Namun demikian, dengan banyaknya bahasa yang sudah ada malah sering kali membuat seseorang mengalami kesulitan memahami maksud atau makna bahasa yang mereka dengar hingga tidak jarang menyebabkan terjadinya salah paham. Sudah sejak dulu mereka memiliki harapan atau angan tentang keberadaan bahasa internasional, bahasa yang umum dan setiap orang bisa mengaplikasikannya atau paling tidak memahaminya.

Bandingkan hasil parahrase yang berterima dan bacaan aslinya, lebih ringkas namun tetap mengarah pada inti sari yang sama seperti bacaan aslinya kan? struktur atau pola kalimatnya juga berbeda. Sedangkan yang kurang berterima lebih panjang dibanding versi aslinya dan struktur kalimatnya juga masih sangat mirip.

Untuk lebih rincinya, kiat-kiat menghasilkan paraphrase yang berterima itu sebagai berikut:

1. Carilah target bacaan yang akan diparaphrase

Langkah awal, pilih target bacaan yang akan diparaphrase. Mencarinya bisa lewat internet, jurnal online, buku-buku, majalah atau koran dan lain sebagainya. Topiknya bebas sesuai selera atau tema blog.

2. Baca dan temukan terlebih dahulu inti sarinya

Selanjutnya, baca keseluruhan isi dan pahami inti sari bacaan karena dengan begitu akan lebih mudah membuat parafrasenya sesuai dengan kemampuan dan gaya bahasa kalian sendiri.

3. Mulailah membuat paraphrase/ parafrasenya

Kalau inti sari bacaan sudah dipahami, mulailah bahasakan bacaan dengan gaya bahasa sendiri. Bacaan bisa dibuat dalam cerita fiksi atau apa saja yang membuat inti sari sebuah bacaan disampaikan kembali dengan cara berbeda dan lebih fresh.

4. Rubahlah jenis atau kelas kata dalam bacaan

Saat membahasakan kembali suatu bacaan, perhatikan jenis atau kelas kata dalam bacaan versi aslinya. Setidaknya ada beberapa jenis atau kelas kata seperti kata benda, kata kerja, kata sifat dan keterangan.

Jika bacaan aslinya memakai kata benda misalkan kata "blog" bisa dirubah menjadi kata kerja "ngeblog", "inspirasi" jadi "menginspirasi" atau menjadi kata sifat "inspiratif". Kemudian ada beberapa jenis keterangan berdasarkan meaningnya yang bisa digunakan seperti keterangan tempat, keterangan waktu, keterangan cara, frekuensi dan negasi.

5. Rubahlah struktur atau pola kalimat bacaan

Perhatikan juga struktur atau pola kalimat bacaan aslinya, kalau menggunakan kalimat aktif rubah menjadi kalimat pasif, jika memakai kalimat langsung rubah menjadi kalimat tidak langsung atau indirect speech, kalimat positif jadi kalimat negatif dan lain-lain.

6. Carilah beberapa sinonim atau padanan kata

Selain merubah jenis atau kelas kata dan struktur atau pola kalimat, mencari persamaan atau padanan kata juga penting. Ini dimaksudkan untuk menghindari penggunaan kata-kata yang sama dengan bacaan versi aslinya dari segi pelafalan atau ejaan. Cara ini bisa menambah bobot atau nilai keunikan hasil parafrase.

7. Buatlah lebih ringkas dibanding versi aslinya

Setelah selesai, perhatikan lagi jumlah atau kuantitas kata dalam bacaan asli dan hasil paraphrasenya. Kalau lebih panjang dibanding bacaan aslinya, buatlah lebih pendek dengan menghapus kata atau kalimat yang tidak perlu atau rancu atau tumpang tindih.

8. Baca kembali hasil paraphrase yang dibuat

Supaya nantinya tidak terkesan buru-buru atau kurang teliti, bacalah kembali hasil paraphrase yang sudah jadi. Menjaga kemungkinan ada kata-kata yang salah sebab salah ketik, kalimat yang tidak lengkap dan lain sebagainya.

9. Tulisan sudah siap dipublikasikan di internet

Jika merasa yakin tulisan hasil paraphrase tadi layak untuk dipublish, maka tinggal cari atau buatlah gambar yang sesuai lalu publikasikan.

Kalau sudah terbiasa dengan kiat-kiat seperti ini, maka perlahan namun pasti keterampilan menulis semakin terasah, otak semakin encer, menulispun makin terasa enteng dan meyenangkan, Uniknya tulisanpun bisa jadi lebih ganas, bisa saja nangkring di kelas puncak Google's search engine.

Namun untuk membuat parafrase yang apik dan berterima membutuhkan waktu, tenaga, pikiran dan kuota internet yang lumayan banyak pastinya.

Kesimpulan

  • Paraphrase itu sama dengan menulis kembali suatu konsep dengan bahasa sendiri dengan merubah jenis atau kelas kata, merubah struktur atau pola kalimat dan menjadikannya lebih ringkas tanpa merubah inti sari bacaan yang tertuang di dalamnya.
  • Lebih mudahnya begini, mencari suatu bacaan lalu mengambil inti sari di dalamnya kemudian membahasakannya kembali dengan cara atau gaya bahasa sendiri.

Apa artikel ini membantu? suarakan opinimu di sesi komentar ya..:)

Ramah, suka menjalin persahabatan dengan siapa saja, rajin, ulet dan cerdas memperhitungkan segala sesuatunya sesuai kondisi.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »